Kerajinan Tanah Liat

adapun kesenian dari tanah liat bisa diproduksi di lombok antara lain :
1. Gerabah

Proses Pembuatan Gerabah
Gerabah merupakan hasil kerajinan mas-yarakat Lombok yang bahan bakunya berasal dari tanah liat. Para pengerajin dalam pembuatan gerabah masih menggunakan teknologi sederhana, meskipun demikian hasil produksinya tidak kalah dengan pengerajin luar yang menggunakan tehknologi mesin. Jenis gerabah yang dihasilkan oleh para Gambar : Hasil Produksi Gerabah pengerajin adalah : pot bunga, guci, periuk, celengan dengan berbagai model dan bentuk tergantung dari keinginan pemesan. 

Pengerajin gerabah banyak kita jumpai di desa Penakaq Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, Desa Penendem Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok
Tengah, Banyumulek (Lombok Barat) dan desa desa lain yang terdapat di pulau Lombok. Hasil kerajinan gerabah selain dipasarkan dalam daerah Lombok, juga dipasarkan di Bali dan daerah daerah lain di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri seperti Jepang, Belanda, Prancis dan negara negara lainnya.

Contoh Hasil Gerabah

Para wisatawan mancanegara juga banyak membeli gerabah sebagai tanda telah datang berkunjung ke Lombok untuk melengkapi koleksinya di rumah. Selain itu, alat-alat yang dibuat dari gerabah digunakan sebagai alat perlengkapan rumah tangga. Peralatan yang digunakan sangat sederhana berupa wadah tempat membentuk dari tanah liat atau dari kayu kemudian dengan ketrampilan para pengrajin membentuk sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Setelah terbentuk lalu dikeringkan dan dibakar.

2. Bata Merah


Kerajinan tanaah liat yang lain adaalah kerajinan bata merah. Bata merah merupakan bahan bangunan untuk membuat tembok atau dinding rumah. Pengolahannya diawali penentuan lokasi tanah yang akan dijadikan bata merah. Jenis tanah yang digunakan bukanlah sembarang tanah tetapi dipilih teksturnya yang bagus.
Tanah yang cocok dicangkul dan diolah sedemikian rupa sehingga dapat dibentuk menjadi bata. Untuk mendapatkan kualitas yang bagus, tanah dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti sampah dan batu kemudian baru kemudian dimasukkan air. Selanjutnya tanah diolah sampai merata airnya dan pada keesokan harinya baru dibuat bata dengan menggunakan cetakan yang disebut rembagan. Setelah agak kering kemudian dibersihkan kembali sisa-sisa cetakan agar bentuknya lebih bagus. Beberapa minggu kemudian setelah banyak bata yang terkumpul dibawa ke tempat pembakaran agar terbentuk bata merah.
 

0 comments:

 

Copyright © 2011 Lombok Ku | Design by Kenga Ads-template